
Buku ini mengkaji dinamika pondok pesantren dalam menghadapi perubahan zaman melalui perspektif epistemologi Islam, khususnya konsep tsawābit (nilai-nilai yang bersifat tetap) dan mutaghayyirāt (aspek-aspek yang dapat berubah). Di tengah arus globalisasi, modernisasi, dan revolusi digital, pesantren dihadapkan pada tantangan untuk tetap mempertahankan identitas keislamannya sekaligus merespons berbagai perubahan sosial, budaya, dan teknologi. Buku ini menunjukkan bahwa keberlanjutan pesantren tidak ditentukan oleh kemampuan menolak perubahan, melainkan oleh kemampuannya mengelola perubahan secara proporsional berdasarkan hierarki nilai Islam.


