BKsPPI Jateng Gelar Halal Bihalal: Soroti Peluang dan Tantangan Pesantren di Era Disrupsi

Semarang, 29 April 2025 — Badan Kerjasama Seluruh Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) Wilayah Jawa Tengah sukses menyelenggarakan acara Halal Bihalal yang dihadiri lebih dari 250 peserta dari 107 pondok pesantren se-Jawa Tengah. Bertempat di Gedung Firdaus Fatimah Zahra, Semarang, acara ini mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Pesantren di Era Disrupsi”.

🔹 Pesantren Harus Bersinergi Hadapi Disrupsi

Dalam sambutannya, Ketua BKsPPI Jateng Dr. Mustaqim Safar, M.Pd. menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar pesantren dalam menghadapi perubahan zaman yang serba cepat. Ia menyampaikan bahwa BKsPPI hadir sebagai fasilitator dan mediator, bukan sebagai pihak intervensi.

“Pesantren harus menjadi garda terdepan dalam memanfaatkan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” tegasnya.

🔹 Materi Inspiratif dari Narasumber Kompeten

Lima narasumber dengan latar belakang berbeda turut berbagi strategi dan inspirasi:

  • Ustadz Sanif Alisjahbana, Lc. (PP Salman Alfarisi): menekankan kualitas guru sebagai pondasi kurikulum pesantren, serta pentingnya kurikulum yang dinamis dan adaptif.
  • Ustadz Setyadi, M.P.I. (Qaryatul Quran): mengkritisi lemahnya visi pesantren dan menawarkan manajemen non-mainstream yang berbasis integritas dan sinergi.
  • Drs. Achmad Mirza, Apt., M.M.: memaparkan peta transformasi digital pesantren, termasuk peluang wirausaha berbasis teknologi dan pembentukan unit usaha santri.
  • Ustadz Abu Fatiah Al Adnani: menekankan pentingnya kemandirian finansial pesantren dengan menciptakan usaha riil seperti koperasi, toko bangunan, hingga bisnis afiliasi digital.
  • Ustadz M. Huda Ridwan: berbagi pengalaman sukses dakwah dan penggalangan dana melalui TikTok dan pemanfaatan AI dalam membuat konten Islami.

🔹 Transformasi Digital & Kemandirian Ekonomi Jadi Kunci

Para narasumber sepakat bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Digitalisasi sistem pendidikan, penguatan ekonomi pesantren, dan pelatihan keterampilan digital menjadi fokus pembahasan untuk menciptakan ekosistem pesantren yang tangguh dan mandiri.

“Pesantren ke depan harus menjadi pusat inovasi, bukan hanya pusat pendidikan,” ujar Achmad Mirza dalam paparannya.

🔹 Antusiasme Tinggi Peserta

Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta, dengan tingkat kehadiran mencapai 84% dari total undangan.

Acara ditutup dengan semangat SUTI: Silaturahmi, Ukhuwah Islamiyah, Tafaqquh Fiddin, dan Iqomatuddin sebagai pesan moral untuk terus memperkuat ukhuwah dan kontribusi nyata pesantren dalam membangun umat.


📞 Kontak BKsPPI Jateng
🌐 www.bksppi.com
📧 bksppijateng@gmail.com
📱 0857 7128 4490

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *