BKsPPI Hadiri Munas MUI ke-11 di Ancol, Tekankan Peran Ulama dalam Kemandirian Bangsa


Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) ke-11 yang berlangsung selama tiga hari di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, mulai 20 hingga 22 November 2025. Munas ini menjadi forum penting bagi para ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim untuk merumuskan arah peran MUI dalam menjawab tantangan umat dan bangsa di tengah dinamika global.

Sekretaris Jenderal Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI), Dr. KH. Akhmad Alim, turut hadir dan berpartisipasi dalam mensyiarkan agenda besar tahunan MUI tersebut. Dalam kesempatan itu, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya Munas MUI XI yang mengusung tema:
“Meneguhkan Peran Ulama untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Umat.”

Menurut KH. Akhmad Alim, tema tersebut memiliki urgensi besar karena relevan dengan kebutuhan keumatan, kebangsaan, serta tantangan global yang terus berkembang. “Munas ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kontribusi ulama dalam pemberdayaan umat, baik melalui pendidikan, kemandirian ekonomi, maupun penguatan sosial,” ujarnya.

Perumusan Shahifah MUI

Salah satu hasil penting dalam Munas XI adalah perumusan Shahifah MUI, yaitu piagam yang menjadi landasan utama pelayanan keislaman, keumatan, kebangsaan, dan global. Shahifah MUI mencakup lima pilar utama:

  1. Khidmah Keumatan (خدمة الامة)
  2. Khidmah Pemerintahan (الخِدْمَةُ في قطاعِ الحكومة)
  3. Khidmah Kenegaraan (الخِدْمَةُ الدَّوْلِيَّة)
  4. Khidmah Keadilan Pasar (إِقَامَةُ عَدَالَةِ السُّوق)
  5. Khidmah Kedaulatan Digital

Kelima khidmah tersebut diyakini menjadi arah strategis MUI dalam memberikan panduan moral dan peradaban di tengah perubahan zaman yang penuh tantangan.

MUI sebagai Dinamisator Kebangkitan Umat

KH. Akhmad Alim menegaskan bahwa MUI memiliki posisi yang sangat strategis sebagai wadah musyawarah para ulama dan cendekiawan. “Harapannya, MUI terus menjadi jangkar moral sekaligus dinamisator kebangkitan umat, bangsa, dan tatanan masyarakat global,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki modal peradaban yang luar biasa: keragaman yang harmonis, tradisi keagamaan yang kuat, serta bonus demografis sebagai energi pertumbuhan. MUI diharapkan mampu mengawal potensi besar itu menuju kemandirian bangsa dan kesejahteraan umat.

Momen Reflektif dan Strategis

Munas XI MUI 2025 dipandang bukan hanya agenda rutin, tetapi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran historis dan prospektif ulama di Indonesia dan dunia. Forum ini menjadi sarana refleksi arah peradaban, sekaligus penegasan peran ulama sebagai pemandu dan pengarah umat dalam menghadapi isu-isu strategis nasional maupun global.

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *