
Jakarta — Sekretaris Jenderal Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) menghadiri pertemuan ukhuwah bersama Menteri Wakaf Suriah Moh. Abo Al-Kheir, Mufti Syuriah Prof. Dr. Abdul Fattah Bizm, serta rombongan ulama senior Suriah yang dipimpin Syaikh Dr. Muhammad Rajab Dieb, pada Ahad, 2 November 2025 di Jakarta.
Kehadiran rombongan pejabat dan ulama Suriah ini menjadi momentum penting dalam penguatan hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Suriah, sekaligus sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi untuk perdamaian global.
Sekjen BKsPPI menyampaikan apresiasi mendalam atas kedatangan Menteri Wakaf dan para ulama Syuriah, sebagai simbol kokohnya tali ukhuwah Islamiyah serta komitmen untuk menghadirkan peran keulamaan dalam mengokohkan perdamaian dunia.
“Ini adalah bentuk nyata persaudaraan antara Indonesia dan Suriah. Kita berharap hubungan ini tidak hanya simbolik, tetapi melahirkan kerja nyata dalam penguatan Islam wasathiyyah di level global,” ujarnya.
Harapan Baru Suriah Pasca Pemerintahan Baru
Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa pemerintahan baru Suriah di bawah kepemimpinan Presiden Ahmed Al Sharaa membawa angin segar bagi stabilitas kawasan.
Ekspektasi besar hadir agar Suriah kembali menjadi negeri yang damai, maju, dan moderat — sejalan dengan prinsip wasathiyyah yang merangkul semua golongan.
Perkuat Kerjasama Pendidikan
BKsPPI menekankan pentingnya menghidupkan kembali kerjasama strategis antara lembaga pendidikan Indonesia dengan Syam, mengingat Suriah sejak dulu dikenal sebagai “bumi para nabi dan ulama”.
Dari negeri inilah muncul banyak tradisi keilmuan yang menjadi rujukan dunia Islam, khususnya dalam penyebaran dakwah Islam wasathiyyah (Islam Moderat). Karena itu, kolaborasi pendidikan dinilai akan sangat strategis untuk menguatkan gerakan perdamaian global, khususnya kawasan Timur Tengah.
Tokoh Indonesia akan Diundang ke Suriah
Pemerintah Syuriah juga menyampaikan rencana mengundang tokoh-tokoh Indonesia untuk berkunjung langsung ke Suriah.
Agenda tersebut nantinya mencakup pertemuan dengan ulama, pimpinan organisasi Islam, lembaga pendidikan, sekolah serta universitas — untuk melihat langsung Suriah baru yang sedang bangkit dan berbenah.
“Kita menyambut baik gagasan ini, karena kunjungan langsung akan membuka perspektif baru dan mempererat relasi strategis antarbangsa,” ungkap Sekjen BKsPPI.
Pertemuan ukhuwah ini diharapkan menjadi pintu pembuka era baru hubungan Indonesia–Suriah, khususnya dalam menguatkan Islam Moderat di pentas peradaban internasional.


