Sekjen BKsPPI : Islamisasi Ilmu Adalah Jawaban atas Tantangan Pemikiran Sekuler di Era Modern


Bogor — Sekretaris Jenderal Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI), Dr. KH. Akhmad Alim, M.A, hadir memberikan pembekalan istimewa kepada santri akhir TMI di Pondok Pesantren Darun Najah Cipining, Kabupaten Bogor. Dalam sesi tersebut, beliau membawakan materi penting bertajuk Islamisasi Ilmu, sebagai respons atas derasnya arus pemikiran sekuler yang kini banyak mempengaruhi generasi muda Muslim, khususnya para santri.

Dalam pemaparannya, Dr. Akhmad Alim menegaskan pentingnya membangun paradigma berpikir santri dalam bingkai Islamic worldview (pandangan dunia Islam). Hal ini, menurutnya, sangat penting agar para lulusan pesantren tidak mudah terombang-ambing oleh pemikiran Barat yang liberal dan sekuler, terutama saat mereka melanjutkan studi di perguruan tinggi umum.

“Banyak santri yang ketika kuliah di universitas negeri atau luar negeri, kaget dengan pemikiran Barat dan akhirnya berubah menjadi liberal. Ini karena sejak awal paradigma berpikir mereka belum dibingkai oleh worldview Islam,” ujar beliau.


Islamisasi ilmu, lanjutnya, bukan sekadar penyisipan simbol-simbol keislaman dalam ilmu pengetahuan, melainkan usaha mendalam untuk membebaskan ilmu dari kerangka berpikir sekuler. Dalam proses ini, setiap penafsiran fakta, formulasi teori, dan pendekatan ilmiah harus ditinjau ulang dengan memasukkan nilai-nilai Islam seperti konsep din (agama), insan (manusia), ‘ilm dan ma’rifah (ilmu dan pengetahuan), ‘adl (keadilan), serta konsep amal sebagai adab.

Menurut beliau, Islamisasi ilmu bertujuan mencegah dampak negatif dari perkembangan ilmu pengetahuan modern yang tak selaras dengan nilai-nilai Islam—seperti krisis moral, kerusakan lingkungan, dan dehumanisasi. Sebaliknya, integrasi ilmu dengan nilai-nilai Islam akan memperkuat jati diri umat Islam dan menjadi landasan bagi pembangunan peradaban Islam yang unggul, berkelanjutan, serta berkontribusi positif bagi seluruh umat manusia.

“Ini bukan sekadar isu akademik, tapi merupakan bagian dari perjuangan membangun masa depan peradaban Islam,” pungkasnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para santri, yang antusias mengikuti sesi tanya-jawab dan diskusi seputar tema Islamisasi ilmu. Pesantren Darun Najah pun berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan, sebagai bekal penting bagi para santri sebelum terjun ke masyarakat dan dunia akademik yang lebih luas.

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *